Saturday, 20 April 2013

Pustakawan Hebat


Cerita Sukses Dibalik  Bangku Kuliah : Ilmu Perpustakaan

Hai..
Perkenalakan nama ku Fenty Yunitha, umur ku 19 tahun dan aku suka update di facebook dan twitter. SMK Negeri 7 Yogyakarta adalah almamater ku tercinta dengan jurusan Administrasi Perkantoran. Waktu sekolah aku enggak pernah ngebayangin bakalan kuliah lho, karena kebanyakan anak SMK setelah lulus ya kerja kalau enggak nikah. Setelah dikatan LULUS, itu rasanya seneng banget dan pengen kasih tau ke semua orang kalau aku LULUS dengan nilai yang memuaskan. Dulu sempat merasa galau tantang pandangan setelah lulus smk. Orang tua hanya bisa mendukung apa yang aku inginkan. Mereka setuju jika aku bekerja dan mereka juga setuju kalau aku kuliah. Dan setelah memikirkan jalan mana yang akan aku tempuh, aku menjatuhkan pilihan untuk kuliah, dan belum tahu juga bakal kuliah dimana. Dulu sempet pengen jadi guru dan pengen kuliah di UNY. Yah.. tapi apa daya tangan tak sampai, akhirnya jatuhlah pilihan kuliah di UIN Sunan Kalijaga. Kuliah di UIN itu pilihan pertama Ilmu perpustakaan dan informasi (S1) pilihan kedua PII (D3) dan pilihan ketiga Ilmu Komunikasi. Tak disangka dan tak diduga ternyata diterima di pilihan pertama, yaitu Ilmu Perpustakaan dan Informasi (S1).
Semester pertama dan kedua masih santai dan terbawa suasana disekolah dulu. Belum serius, masih senang main dengan teman masa smk dan jujur bolos kuliah itu ringan dan sudah biasa dilakukan. Semester ketiga masih belum juga terlalu paham mau dibawa kemana ilmu ku ini besok setelah lulus. Semua pandangan hanya tertuju pada perpustakaan dan pustakawan. Semester keempat sudah mulai banyak tugas dan menghadapi mata kuliah yang berat. Semua menyita waktu dan pikiran ku. Disini sudah bisa terbayang besok didunia kerja akan seperti apa dan siapa saja yang akan kita hadapi besok. Semua tugas membuat ku merenung dan berfikir, apa yang sebenarnya aku cari disini dengan status menjadi Mahasiswi jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Semua kembali lagi dipikiran ku bahwa aku akan menjadi seorang pustakawan dan berkerja di perpustakaan.
Pernah terpikirkan untuk menjadi seorang Pustakawan di pelosok pedalaman dan mengabdikan ilmu disana. Sungguh profesi yang mulia dan membanggakan bila bisa berbagi ilmu dan memajukan ilmu pengetahuan penduduk di pelosok desa. Pustakawan juga bisa menjadi figur seorang guru, yaitu membagikan ilmu yang kita miliki kepada orang lain. Pustakawan memiliki banyak pengetahuan dan referesi untuk membantu orang lain menemukan jawaban dari setiap masalah yang dihadapi seseorang. Pustakawan juga butuh diperhatikan dan diberikan apresiasi. Sayangnya, masih banyak orang yang belum mengerti dengan profesi pustakawa itu sendiri. Nah, sejak munculnya pemikiran ini, aku mulai berkeinginan untuk memperkenalkan proesi pustakawan dan menjadikan profesi pustakawan itu sebagai daftar cita-cita untuk anak sekolah. Ingin rasanya melanjutkan kuliah di S2 dengan jurusan yang sama dan menjadi Duta Perpustakaan. Kenapa hanya ada Duta Pariwisata, Duta Anti Narkoba dan duta lainnya, tapi tidak ada Duta Perpustakaan. Semoga dimasa depan ada Duta Perpustakaan ya guys... SALAM PUSTAKAWAN !!!!
Ini cerita ku,, apa cerita mu ???

Saturday, 16 March 2013

Yuk Cari Tahu Tentang “ Perpustakaan Untuk Rakyat ”

REVIEW
KULIAH UMUM ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI
Tema
“ Perpustakaan  Untuk  Rakyat ”

            Kuliah umum ini ditujukan untuk prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, dengan menghadirkan pembicara Bapak Blasius Sudarsono, Ibu Afia Rosdiana dan Ratih Rahmawati dengan tema bahasan perpustakaan untuk rakyat. Kuliah umum ini dilaksanakan pada Senin 11 Maret 2013 yang bertempat di Gedung Teatrikal Perpustakaan Uin Sunan Kalijaga Yogyakarta. Diikuti mahasiswa jurusan Ilmu Perpustakaan dari semua angkatan, sehingga pesertapun membludak. Banyak pula peserta yang tidak bisa masuk dan tidak mendapatkan tempat duduk. Peserta ada pula yang rela untuk duduk di bawah atau istilahnya lesehan. Bisa dibilang acara ini sukses dan mendapatkan antusias yang baik dari para mahasiswa, dengan ditandai membludaknya peserta kuliah umum. Review ini ditujukan untuk mengetahui seberapa sukses dari acara kuliah umum dan berbagi informasi untuk mahasiswa yang tidak bisa menghadiri acara kuliah umum tersebut.
            Perpustakaan untuk rakyat merupakan tema yang menarik tentunya untuk dibahas dalam kuliah umum kali ini, karena akan menyangkut dengan profesi pustakawan. Pembahasan pertama kali diawali dengan Ibu Afia Rosdiana yang merupakan perwakilan dari Perpustakaan Kota Yogyakarta yang menyinggung tentang taman baca masyarakat (TBM). Menurut beliau adanya TBM merupakan kabar yang menggembirakan bagi dunia perpustakaan, karena akan memberikan nuansa baru bagi masyrakat. TBM ini merupakan bantuan dari Dinas Pendidikan pad sekitar tahun 2009. Perpustakaan masyarakat atau TBM mempunyai ruh yang sama yaitu mengembangkan minat baca. Untuk mendekatkan masyarakat ke perpustakaan berimbas pada mendekatkan masyarakat untuk ke perustakaan kota. TBM dibuat semenarik mungkin denga mengadaka kegiatan-kegiata yang menarik.
                Sedangkan mbak Ratih Rahmawati hanya menanggapi tentang masalah bukunya dengan Bapak Blasius, dan menceritakan kegalauannya mengenai profesi pustakawan. Mengenai artikel yang ditulis oleh mbak Ratih mengenai perpustakaan yang ada di Jogja dan Sleman, beliau mengatakan bahwa itu hanya urusan kebijakan. Mbak Ratih berharap mahasiswa lebih aktif untuk bertanya.
Pada awalnya pustakawan jarang menulis, hal tersebut dialami beliau saat mengajar di Universitas Indonesia tahun 1981. Sejak itu masa penantian beliau dimulai. Setiap tahun tidak pernah ada yang merespon ajakan beliau untuk menulis. Tahun 2012 dengan mantap Ratih mau untuk berkolaborasi dengan beliau. Pak Blasius mengatakan, bagaimana menyesuaikan pola pikir dua orang memenag tidak mudah. Bukan masalah instansinya tetapi lebih kepada persepsi dua generasi yang mempunyai selisih umur. Kemudian beliau mulai membahas tentang TBM atau perpustakaan bukan tujuan akhir namun hanya antaran. Kalau diantaran saja sudah bertengkar, bagaimana tujuan akhir tersebut akan tercapai? Sayangnya, pembukaan UUD 1945 tidak secepatnya diinternalisasikan kepada bangsa Indonesia.
Pustakawan yang memiliki kepustakawanan, pilar kepustakawanan adalah:
  1.    Pada dasarnya kepustakawanan adalah panggilan hidup.
  2.    Kepustakawanan adalah spirit of life.
  3.   Kepustakawanan adalah karya pelayanan
  4.   Kepustakawanan dilakukan dengan profesional
Jika diibartkan mata uang, kepustakawanan bisa dilihat dari satu koin. Kepustakawanan lebih dekat dengan kemampuan, memahami yang mau daripada yang mampu. Hal-hal tersebut yang menjadi motivator dan inspirator untuk pak Blasius.
Interaksi kemampuan dan kemauan dari sorang pustakawan, diibaratkan oleh beliau sebagai BRR, yaitu Bright, Right, Rije. Pustakawan itu harus cerdas. Cerdas yang benar itu yang seperti apa? 3 pendekatan:
1.      Soft site
2.      Kemampuan
3.      Pustakawan ideal

Buku Perpustakaan untuk rakyat tersebut mengadaptasi buku Sri Sultan HB IX yang berjudul Tahta untuk Rakyat. Kita perlu berfikir secara sareh, yaitu cerdas dan hening. Perpustakaan adalah jalan sunyi dan berdaki, penuh penantian dan harapan.

            Pada forum diskusi banyak dari para peserrta yang bertanya baik itu tentang tema yang berkaitan dengan perpustakaan untuk rakyat atau juga tertarik untuk menanyakan tentang buku karangan Bapak Blasius dan Ratih Rahmawati. Semoga kuliah umum pada tuhun ini dapat memberikan wawasan dan pencerahan baru di dunia perpustakaan dan pustakawan akan semakin mantap dengan profesinya. Semoga juga review ini bisa membantu para mahasiswa prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi yang tidak bisa hadir pada kuliah umum tersebut. ^_*

Friday, 22 February 2013

Penasaran dengan Profesi PUSTAKAWAN ?? Please Check This Out

Fenty Yunitha
11140074
Profesi pustakawan mungkin belum terlalu populer seperti profesi lainnya dimata orang awam, sehingga kita harus memberikan jawaban yang meyakinkan kepada mereka. Pustakawan adalah orang yang bekerja di perpustakaan dan bertugas membantu dalam penemuan kembali informasi. Tugas yang dilakukan seorang pustakawan bukanlah tugas yang sembarangan, karena diharuskan memiliki pengetahuan yang luas dan update tentang perkembangan informasi terbaru.
Sungguh tugas yang dilakukan pustakawan sangat mulia lho, karena membantu orang yang sedang kesulitan dalam mencari informasi yang dibutuhkan. Pustakawan hadir dan memberikan solusi yang tepat melalui koleksi buku yang ada di perpustakaan. Mungkin kalau tidak ada pustakawan orang akan bingung dan berputar-putar saja di perpustakaan tanpa tujuan yang jelas.
Selain itu pustakawan juga berperan sebagai ujung tombak dalam penyebaran informasi dan memajukan tempat dimana pustakawan bekerja. Jadi, salah kalau profesi pustakawan disamakan dengan pegawai yang hanya duduk santai dan menjaga buku.
Lulusan ilmu perpustakaan juga tidak hanya melulu jadi pustakawan lho, karena bisa juga bekerja di lembaga atau pusat pelayanan informasi lainnya. Jadi jangan remehkan jurusan ilmu perpustakaan dan pustakawan yaa. J